FEATURED ARTICLE
Lifepal Ajak UKM Optimalkan Perencanaan Keuangan dan Perkuat Digital Marketing di Masa Pandemi
RAHSA.ID
RAHSA.ID
Jul 23, 2021

Di masa pandemi seperti saat ini, kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia semakin bertambah. 

Agar para pelaku usaha lokal lebih sadar pada literasi dan perencanaan keuangan serta kiat-kiat pemasaran di era digital, Lifepal mengajak 10 UKM serta UMKM binaan berkolaborasi dalam kegiatan webinar “Digital Marketing dan Financial Planning untuk UKM di Masa Pandemi”.

Webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sebagai sarana sharing bagi para pelaku usaha lokal dalam mengelola bisnisnya di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. 

Dalam webinar kali ini, materi disampaikan oleh Head of SEO Lifepal.co.id, Dudung Rahmanto serta Perencana Keuangan Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, AEPP®.

Kehadiran pembicara terkait dengan digital marketing dan financial planning, para pelaku usaha dapat mengetahui seputar bagaimana memaksimalkan SEO dan membangun perencanaan keuangan yang baik. Dengan begitu, usaha yang dijalani dapat bertahan atau bahkan menghasilkan revenue yang lebih besar.

Dudung Rahmanto mengatakan, penggunaan layanan digital di Indonesia meningkat dua kali lipat di masa Pandemi. Karena itu, perlu strategi bagi para pelaku UKM/UMKM meningkatkan digital marketing mereka. 

“Mengingat sebagian besar pemakai internet menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Bekerja dari rumah, seperti karyawan, guru, ASN, akademisi, dan lain-lain. Hal ini merupakan kesempatan bagus untuk pelaku usaha menerapkan strategi digital marketing, melalui media sosial, organic melalui SEO maupun paid channel,” kata Dudung.

Yuk, para pelaku usaha UKM dan UMKM Indonesia, kita simak ini cara-cara yang bisa dilakukan untuk merencanakan kesehatan keuangan untuk bisnis kita.

 

Kenali bahwa bisnis adalah investasi

Sejatinya, bisnis adalah investasi. Tidak dipungkiri, bahwa salah satu tujuan berbisnis bagi UKM/UMKM adalah mendapatkan penghasilan tetap.

Sementara tidak sedikit juga yang bercita-cita untuk menggapai masa depan yang lebih aman secara finansial. Patut diketahui bahwa ada baiknya untuk menjaga keamanan finansial terlebih dulu sebelum berinvestasi, dalam hal ini berbisnis. 

Perbaiki cash flow

Sudah sangat wajib bagi seorang enterpreneur, termasuk UKM/UMKM, untuk memiliki rekening yang terpisah antara rekening pribadi dan bisnis. Hal ini untuk mempermudah proses pencatatan arus kas bisnis dan keuangan Anda. 

Tidak ada salahnya pula untuk memasukkan diri sendiri ke dalam daftar gaji, demi keseimbangan & kesehatan keuangan usaha yang transparan. Pengeluaran atas gaji akan masuk ke bagian beban operasional usaha Anda. 

Sementara itu, laba bersih yang didapat tentu bisa digunakan untuk kebutuhan ekspansi usaha. 

Tetapkan pengeluaran bulanan

Lakukan perhitungan atas pengeluaran bulanan Anda dengan seksama. Mulai dari kebutuhan yang bersifat wajib, butuh, dan ingin.

Akan ada masa di mana pemasukan menjadi lebih kecil dari seperti biasanya lantaran siklus bisnis tak terprediksi. Bahkan, ada pula masa-masa di mana Anda tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha.

Karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari Anda bersifat tetap. Sehingga Anda bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan yang dibutuhkan.

Siapkan dana darurat

Sebelum memulai usaha, hal yang wajib Anda miliki adalah dana darurat yang memadai. Ketahui bahwa penghasilan Anda sebagai wirausahawan tidaklah tetap.

Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja. Bagi pengusaha baru, tidak ada salahnya menyiapkan dana darurat. Jika dimungkinkan, dana darurat bisa disiapkan setara 2 tahun pengeluaran Anda. 

Dana darurat ini berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha. 

Miliki proteksi 

Bila saat ini Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, maka fasilitas itu tidak akan Anda peroleh lagi secara gratis jika banting setir menjadi pengusaha.

Selain memiliki dana darurat, Anda bisa memilih asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan Anda karena sejumlah risiko/musibah yang bisa muncul. 

Bila Anda sama sekali belum memiliki asuransi dan hanya punya bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sementara itu, bila Anda harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan.

Selain itu, jika Anda adalah pencari nafkah, Anda bisa memilih opsi untuk melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa. Sebagai catatan, semakin tua usia Anda ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus Anda bayarkan.

Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha Anda

Sangat bahaya bila Anda sendiri tidak memahami bisnis yang dijalani dengan baik. 

Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Seperti apa proyeksi bisnis Anda? Dan, bagaimana Anda menjaga kesehatan keuangan di usaha Anda.

Lakukan pencatatan keuangan usaha Anda agar bisa mengenali kesehatan keuangan Anda dengan baik. Dan yang tidak kalah penting adalah, pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis Anda.

Investasi ke diri sendiri

Perkembangan dunia bisnis akan berlangsung dengan sangat cepat dan tak terprediksi. Sebagai pengusaha, Anda akan dituntut untuk belajar terus.

Maka jangan sungkan untuk mengalokasikan dana demi pengembangan diri, sebut saja dengan sering mengikuti webinar-webinar bisnis, memilih mentor, dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan digital marketing bagi UKM, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya:

 

Plan digital marketing di kondisi sekarang 

 

Issue 1 - Berhubungan kondisi pasar

1. Kesulitan transportasi travel

2. Sakit ringan-berat

3. Laptop lemot

4. Obesitas, dan sebagainya.

 

Solusi 1: Tawarkan solusi melalui produk Anda

1. Menawarkan tiket pesawat seperti Traveloka dan lain-lain

2. Menawarkan asuransi kesehatan, seperti yang dilakukan Lifepal

3. Upgrade hardware laptop; lewat Tokopedia

4. Health tech; Alodokter, Halodocs, dan sebagainya.

 

Issue 2 - Berhubungan kondisi yang sedang trending sekarang

1. Covid-19

2. Pemutusan Hubungan Kerja

3. Passive income

 

Solusi 2 - Membuka opportunity bisnis baru

1. Menghubungkan kategori kesehatan dengan produk kita

2. Membuka Affiliate System, Reseller, Dropship untuk mereka yang kehilangan pekerjaan

3. Passive income melalui Blogger, YouTuber, dan sebagainya.

 

To do list terkait:

1. Cari potential keywords yang berhubungan dengan produk Anda

2. Cari potential keywords yang berhubungan dengan issue trend sekarang:

- Kesehatan

- Keselamatan

- Keamanan

- Kemudahan

 

3. Jadilah yang pertama tahu, dan action: Create your unique value 

- Tidak sama seperti di pasaran. 

 

3 hal yang bisa mulai dilakukan

 

Ada 3 hal yang dilakukan untuk mewujudkan digital marketing yang baik, yaitu:

 

1. Membuat website

Membuat konten (keywords), optimasi (offpage dan onpage), serta index. Bagaimana membuat artikel atau konten yang benar?

  • Search volumenya > 100
  • Berhubungan dengan vertical/produk yang dijual
  • SEO Friendly

Eksplorasi keywords yang digunakan oleh pelaku pasar sejenis dengan mengeceknya lewat Google atau Ahrefs. Adapun Tools lain yang harus dimiliki content creator: Streaming Frog (audit onpage), Ahrefs keywords explorer, dan GSC. 

 

2. Create social media

Langkah pertama adalah mengetahui tren social media di Indonesia. Riset tersebut bisa dilakukan melalui tools berikut ini:

1. Google Trends

2. Media Trends

3. Google News; local; specific category.

Untuk mengetahui riset keywords yang tren di social media, kita bisa melihat dari domisili yaitu Indonesia, past hour, all categories dan web search. Lalu, melihat trending articles dari media.

 

3. Optimasi

Yang bisa dilakukan dengan onpage analysis, keywords analysis, content optimization dan competitor insight.

 

To do list!

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan digital marketing, adalah:

  1. Content: Memproduksi konten yang berkualitas dan dengan kuantitas yang baik, serta mencakup semua kebutuhan secara organik.
  2. Optimasi: Meningkatkan keywords yang drop di setiap harinya.
  3. Audit situs website Anda: Perbaiki masalah website terkait desktop atau seluler.
  4. Sejajarkan tren pasar: Temukan dan periksa kata kunci yang sedang tren terkait niche Anda.

 

Itulah tips-tips perencanaan keuangan dan digital marketing bagi pemilik UKM dan UMKM. Semoga bermanfaat untuk pelaku UKM/UMKM Indonesia!

 

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, Financial Educator Lifepal dan Head of SEO Lifepal.co.id, Dudung Rahmanto sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.