FEATURED ARTICLE
5 Tips Menerapkan Pola Pikir Sustainable Fashion
RAHSA.ID
RAHSA.ID
Aug 31, 2021

Jika kita sedang mencoba menerapkan sustainable living, maka sustainable fashion adalah salah satu hal yang juga turut kita terapkan dalam keseharian. Bukan hanya tentang memproduksi pakaian, sepatu, dan aksesori dengan berkelanjutan, sustainable fashion juga berbicara soal bagaimana kita sebagai individu menggunakan pakaian.

Menurut Dr. Brismar, fashion yang berkelanjutan dapat didefinisikan sebagai pakaian, sepatu, dan aksesori yang diproduksi, dipasarkan, dan digunakan dengan cara paling berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial ekonomi. Ada siklus panjang dari yang membuat fashion bisa dikatakan sustainable. 

Untuk menerapkan sustainable fashion, kita bisa membeli dan memakai pakaian yang mendukung misi mulia ini. Tapi, itu saja tidak cukup, ada beberapa pola pikir yang mesti kita terapkan untuk menerapkannya.

Sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yuk cari tahu terlebih dulu soal pola pikir sustainable fashion itu sendiri.

 

1. Pola pikir peduli lingkungan

Pola pikir peduli lingkungan (Sumber: Pexels)

Apa alasan kita memulai sustainable fashion? Kita harus kembali ke akar permasalahan: peduli terhadap lingkungan. Sustainable fashion juga merupakan salah satu solusi dari masalah lingkungan, terutama limbah pakaian bekas dan dari produsen di industri mode. Pahami terlebih dulu isu sustainable fashion, sebelum kita melakukan tindakan untuk menjaga lingkungan.

 

2. Belanja baju ketika butuh

Belanja baju ketika butuh (Sumber: Pexels)

Diskon, produk eksklusif, dan tren fast fashion seringkali membuat kita tergoda untuk terus berbelanja. Ketiga hal ini juga yang membuat seseorang membeli pakaian yang sebetulnya tidak mereka butuhkan. Produk-produk ini berujung hanya dipakai satu atau dua kali dan membuat lemari penuh. Jadi, sebelum membeli pakaian, pastikan kita betul-betul menyukainya dan akan memakainya secara berkepanjangan.

 

3. Coba thrift shop

Coba thrift shop (Sumber: Pexels)

Ada saja hidden gem saat berbelanja barang pre-loved. Membeli pakaian dari thrift shop atau toko barang bekas juga bisa menjadi salah satu solusi dari masalah lingkungan. Meski bekas, produk-produk pre-loved tak jarang memiliki kualitas dan kondisi yang masih terbilang bagus. Harganya pun lebih terjangkau dari pakaian baru.

 

4. Memilih pakaian yang sesuai dengan preferensi kita

Memilih pakaian yang sesuai dengan preferensi kita (Sumber: Pexels)

Memilih produk fashion yang long lasting merupakan salah satu bentuk dari sustainable fashion. Kaos putih, celana jeans basic, sampai dress hitam adalah fashion item yang tak lekang oleh zaman. Selain itu, warna netral juga bisa kita jadikan bahan pertimbangan saat membeli pakaian. Kalau kita memiliki preferensi fashion tersendiri juga tidak masalah, pakaian basic bukan satu keharusan. Hal yang pasti, pilih pakaian yang pasti bakal kita gunakan berkali-kali, bahkan hingga 5 tahun ke depan.

 

5. Mencari tahu merek fashion berkelanjutan

Mencari tahu merek fashion berkelanjutan (Sumber: Pexels)

Sebagai langkah awal, kita dapat mencari tahu brand lokal yang menerapkan konsep sustainable fashion dalam alur produksi mereka. Brand besar dunia pun sudah mulai menciptakan produk sustainable dengan mendaur ulang sisa-sisa produksi mereka. Jika memungkinkan, kita juga dapat menjahit atau membuat pakaian sendiri untuk gaya hidup ini.

Nah, setelah mengetahui lima pola pikir di atas, mana yang bakal kamu terapkan paling pertama?